21 Januari 2012

Sirah Rasul : Rasululllah SAW Dan Buah Limau.

2 Komen

Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita bukan Islam. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya.Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda. Sahabat-sahabat agak hairan dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan:

“Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab tu saya habiskan semuanya.”

Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula, lalu wanita tersebut pulang dengan hati yang kecewa. 

Mengapa? 

Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya di’tewas’kan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.

Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik, iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredhaan) Allah dan (balasan baik) Hari Akhirat, serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang). [al-Ahzab 33:21]

18 Januari 2012

YAUMUL MIZAN

0 Komen
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat.

Mizan atau timbangan adalah alat untuk mengukur sesuatu berdasarkan berat dan ringan. Adapun mizan di akherat adalah sesuatu yang Allah letakkan pada hari Kiamat untuk menimbang amalan hamba-Nya. (Syarah Lum’atul I’tiqaad, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, hal. 120)

Mizan di hari Kiamat adalah sesuatu yang hakiki dan benar-benar ada. Hanya Allah Ta’ala yang mengetahui seberapa besar ukurannya. Seandainya langit dan bumi diletakkan dalam daun timbangannya, niscaya mizan tersebut akan tetap lapang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُوْضَعُ الْمِيْزَانُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَلَوْ وُزِنَ فِيْهِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ لَوَسِعَتْ، فَتَقُوْلُ الْمَلاَئِكَةُ: يَا رَبِّ! لِمَنْ يَزِنُ هَذَا؟ فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: لِمَنْ شِئْتُ مِنْ خَلْقِيْ، فَتَقُوْلُ الْمَلاَئِكَةُ: سُبْحَانَكَ مَا عَبَدْنَاكَ حَقَّ عِبَادَتِكَ.

“Pada hari Kiamat, mizan akan ditegakkan. Andaikan ia digunakan untuk menimbang langit dan bumi, niscaya ia akan tetap lapang. Maka Malaikat pun berkata, “Wahai Rabb-ku, untuk siapa timbangan ini?” Allah berfirman: “Untuk siapa saja dari hamba-hamba-Ku.” Maka Malaikat berkata, “Maha suci Engkau, tidaklah kami dapat beribadah kepada-Mu dengan sebenar-benarnya.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim dan dinilai shohih oleh al-Albani dalam Silsilah As-Silsilah Ash-Shohihah, no. 941).

Kaum muslimin rahimakumullah, mizan ini sangat akurat dalam menimbang, tidak lebih dan tidak kurang sedikitpun. Allah Ta’ala berfirman:

وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِيْنَ (47)

“Dan Kami akan tegakkan timbangan yang adil pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun yang dirugikan walaupun sedikit. Jika amalan itu hanya seberat biji sawipun, pasti Kami akan mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya’: 47)

Mizan ini memiliki dua daun timbangan sebagaimana diceritakan dalam hadits tentang kartu (bithoqoh) yang akan kami sampaikan haditsnya nanti. Lalu, apakah yang ditimbang di hari Kiamat kelak? Para ulama kita berbeda pendapat tentang apa yang ditimbang di hari Kiamat. Ada tiga pendapat dalam masalah ini.

Pendapat Pertama, Yang Ditimbang Adalah Amal

Pendapat ini didukung oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ، حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

“Ada dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, tetapi berat dalam timbangan (pada hari Kiamat), dan dicintai oleh ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih): Subhaanallohi wa bihamdihi dan Subhanallohil ‘Azhim.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6406, 6682, dan Muslim, 2694).

Pendapat ini yang dipilih oleh Ibnu Hajar al-Ashqolani rahimahullah. Beliau berpendapat bahwa yang ditimbang adalah amal, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ شَيْءٍ فِي الْمِيْزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika ditimbang (di hari Kiamat) daripada akhlak yang mulia.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad, no. 270 dan dinilai shohih oleh al-Albani dalam Shahiih al-Adab al-Mufrad, no. 204)

Kedua, Yang Ditimbang Adalah Orangnya

Ada beberapa hadits yang menunjukkan bahwa yang ditimbang adalah orangnya. Berat atau ringannya timbangan tergantung pada keimanannya, bukan berdasarkan ukuran tubuh, berat badannya, atau banyaknya daging yang ada di tubuh mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّهُ لَيَأْتِي الرَّجُلُ الْعَظِيْمُ السَّمِيْنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَزِنُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ

“Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk, tetapi ketika ditimbang di sisi Allah, tidak sampai seberat sayap nyamuk.” Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ”Bacalah..

فَلاَ نُقِيْمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا (105)
“Dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat.” (QS. Al-Kahfi: 105). (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4729 dan Muslim, no. 2785)

‘Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu adalah seorang sahabat betisnya kecil. Tatkala ia mengambil ranting pohon untuk siwak, tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang dan menyingkap pakaiannya, sehingga terlihatlah kedua telapak kaki dan betisnya yang kecil. Para sahabat yang melihatnya pun tertawa. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apa yang sedang kalian tertawakan?” Para sahabat menjawab, “Kedua betisnya yang kecil, wahai Nabiyullah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُمَا أَثْقَلُ فِي الْمِيْزَانِ مِنْ أُحُدٍ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya itu di mizan nanti lebih berat dari pada gunung uhud.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, I/420-421 dan ath-Thabrani dalam al-Kabiir, IX/75. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shohihah, no. 3192).

Pendapat Ketiga, Yang Ditimbang Adalah Lembaran Catatan Amal

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Sungguh Allah akan membebaskan seseorang dari umatku di hadapan seluruh manusia pada hari Kiamat dimana ketika itu dibentangkan 99 gulungan catatan (dosa) miliknya. Setiap gulungan panjangnya sejauh mata memandang, kemudian Allah berfirman: ‘Apakah ada yang engkau ingkari dari semua catatan ini? Apakah para (Malaikat) pencatat amal telah menganiayamu?,’ Dia menjawab: ‘Tidak wahai Rabbku,’ Allah bertanya: ‘Apakah engkau memiliki udzur (alasan)?,’ Dia menjawab: ‘Tidak Wahai Rabbku.’ Allah berfirman: “Bahkan sesungguhnya engkau memiliki satu kebaikan di sisi-Ku dan sungguh pada hari ini engkau tidak akan dianiaya sedikitpun. Kemudian dikeluarkanlah sebuah kartu (bithoqoh) yang di dalamnya terdapat kalimat:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

Lalu Allah berfirman: ‘Hadirkan timbanganmu.’ Dia berkata: ‘Wahai Rabbku, apalah artinya kartu ini dibandingkan seluruh gulungan (dosa) itu?,’ Allah berfirman: ‘Sungguh kamu tidak akan dianiaya.’ Kemudian diletakkanlah gulungan-gulungan tersebut pada satu daun timbangan dan kartu itu pada daun timbangan yang lain. Maka gulungan-gulungan (dosa) tersebut terangkat dan kartu (laa ilaaha illallah) lebih berat. Demikianlah tidak ada satu pun yang lebih berat dari sesuatu yang padanya terdapat Nama Allah.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 2639, Ibnu Majah, no. 4300, Al-Hakim, 1/6, 529, dan Ahmad, no. II/213. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Albani dalam Silsilah Ahaadiits ash-Shahiihah, no. 135)

Pendapat terakhir inilah yang dipilih oleh al-Qurthubi. Beliau mengatakan, “Yang benar, mizan menimbang berat atau ringannya buku-buku yang berisikan catatan amal…” (At-Tadzkirah, hal. 313)

Kesimpulan

Tiga pendapat di atas tidak saling bertentangan satu sama lain. Sebagian orang ada yang ditimbang amalnya, sebagian yang lain ditimbang buku catatannya, dan sebagian yang lain ditimbang dirinya.

Syaikh Muhammad bin sholih al-’Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa secara umum yang ditimbang adalah amal perbuatannya, karena kebanyakan dalil-dalil menunjukkan bahwa yang ditimbang adalah amal perbuatan. Adapun timbangan buku catatan amal dan pelakunya, maka itu khusus untuk sebagian orang saja. (Syarah al-’Aqidah al-Wasithiyyah, hal. 390)

Apa yang disampaikan oleh syaikh ‘Utsaimin inilah yang nampaknya lebih menentramkan hati. Wallahu Ta’ala a’lam. Semoga sedikit sajian yang kami sampaikan ini bisa menjadi pendorong bagi kita untuk beramal sholih. Dan sekecil apapun amalan yang kita lakukan, tidak akan disia-siakan walaupun sebesar semut kecil. Dan di hari Kiamat kelak, setiap manusia pasti akan melihat setiap amal yang telah dia usahakan di dunia ini.

Kita memohon kepada Allah Ta’ala, semoga Allah Ta’ala menutup umur kita dengan kebaikan dan keselamatan. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.


Penulis: dr. Muhaimin Ashuri
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar, MA

14 Januari 2012

Fakta Kemukjizatan Lebah Dan Madu Dalam Al-Quran Bahagian 3 (Tamat)

1 Komen
Assalamualaikum...


Khasiat Madu dalam Kajian Perubatan:

* Mengubati sakit kulit

Madu berkhasiat mengubati sakit kulit seperti ruam dan bisul. Cara pengubatannya pun tersangatlah mudah. Madu yang cair dipanaskan sehingga menjadi adunan perisian menjadi lem atau gam lebah. Setelah itu, lem lebah dilipat dan diletakkan di atas kulit yang terluka dan dibalut dengan kain tipis. Sehingga kulit yang terluka itu menjadi kering dan jatuh.


Dalam ensiklopedia / / kemukjizatan Kejadian Haiwan / / karya DR Magdy Shehab diungkapkan, pada 1965 Moltarnog berjaya mengubati orang-orang yang terkena radang kulit dengan menggunakan campuran cecair alkohol suhu 85 darjah dengan lem lebah.


Selain itu, G Mikhmediarof juga berjaya menyembuhkan pesakitnya yang terkena radang kulit saraf atau eksim kronik dengan ubat gosok lem lebah. Sementara itu, P Ityasof mampu mengubati luka bakar dengan lem lebah. Dengan komposisinya yang menakjubkan. Lem lebah ini sangat luar biasa khasiatnya. Lem lebah boleh membunuh kuman dan mengaktifkan zat untuk memperbanyak sel kulit.


* Mengubati sakit mulut


Seorang doktor gigi yang terkemuka, F Romanoff, menyatakan bahawa lem lebah dengan kadar dua hingga empat peratus boleh digunakan untuk mengurangkan rasa sakit akibat sariawan mahupun luka bernanah di dalam mulut. Cecair lem lebah yang dicampur dengan perasa tanaman lidah buaya juga sangat baik untuk mengubati sariawan.


Campuran lem lebah dan sari lidah buaya ini juga baik untuk mengubati luka bernanah pada selaput mulut. Untuk menyembuhkan radang di sekitar gigi, diperlukan cecair lem lebah sebanyak 20 titis dengan campuran alkohol 15 hingga 20 peratus, lalu direbus sehingga mendidih.


Kemudian cecair tersebut disejukkan dalam suhu bilik selama satu hingga dua hari. Baru setelah itu, cecair tersebut digunakan untuk berkumur-kumur bagi pesakit radang di sekitar gigi tersebut.


Dr Agard, seorang doktor dari Denmark telah melakukan kajian terhadap pesakit-pesakitnya yang terkena radang tekak. Dia meminta kepada pesakitnya untuk berkumur dengan madu yang telah dicairkan sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu hari. Selain itu, pesakit radang tekak juga diminta untuk meminum madu. Hal ini perlu dilakukan mengingati madu boleh meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit.


* Mengubati penyakit wanita


Institut Perubatan Algerm telah mempraktikkan penggunaan lem lebah untuk mengubati berbagai macam penyakit wanita seperti radang serviks, radang faraj, mahupun luka nanah leher rahim.


Menurut Institut tersebut, wanita yang mengalami sakit radang serviks mahupun radang faraj perlu dibersihkan terlebih dahulu kemaluannya dari pelbagai macam kotoran. Setelah bersih, kain tipis yang bersih disapu dengan ubat gosok lem lebah. Lalu kain tersebut diletakkan di tempat yang radang tersebut. Maka penyakitnya akan pulih selepas 12 jam.


* Mengubati sakit pernafasan


Seorang doktor bernama Urich telah mengubati berbagai macam penyakit pernafasan seperti penyakit paru-paru, radang hidung, selsema, mahupun radang saluran pernafasan dengan menggunakan lem lebah.


Cara pengubatannya, 60 gram lem lebah dan 40 gram intisari madu diletakkan di sebuah bekas alumunium dengan kapasiti 300 hingga 400 ml. Lalu bekas yang mengandungi lem lebah dan intisari madu tersebut diletakkan di dalam bekas stainless berisi air mendidih.


Pada saat proses inilah, zat-zat aktif fetonsedat dalam lem lebah akan memanas dan menguap bersama air. Wap inilah yang harus dihisap oleh para pesakit penyakit saluran pernafasan sebanyak dua kali sehari sampai pesakit sembuh dari penyakit yang dideritanya.


* Penyakit mata


Dr Mosahrankof berjaya mengubati penyakit mata dengan menyuntik cecair madu sebanyak 0.3 hingga 1 peratus ke dalam beg konjungtiva (selaput pada pelupuk mata). Setelah itu, pesakit yang berpenyakit mata akan mengalami penurunan rasa sakit pada matanya. Selain itu, pening yang dialami pesakit penyakit mata juga berkurang hingga sembuh.


* Mengubati sakit pencernaan


Dr Gorpateno melakukan rawatan terhadap para pesakitnya yang mengalami luka di usus. Dia memberikan 50 hingga 60 titis cecair madu satu setengah jam sebelum pesakit tersebut makan sebanyak tiga kali sehari. Masa penyembuhan itu berlangusng dalam jangka masa tiga hingga empat minggu.

Sekian sahaja untuk kali ini. Jika ada penambahan lagi bolehlah berkongsi bersama-sama dengan semua orang di ruangan komen. Jika ada kekurangan atau kesilapan harap maaf kerana ilmu yang ana miliki terhad dan terbatas dan semoga anda dapat perbetulkan. Wassalam.....

Fakta Kemukjizatan Lebah Dan Madu Dalam Al-Quran Bahagian 2

0 Komen
Assalamualaikum...



Ibnu Sina juga telah meneliti khasiat madu untuk rawatan kecantikan tubuh. Menurut Ibnu Sina, madu dan minyak zaitun mampu menjadi ubat mujarab yang digunakan sebagai kosmetik yang mempunyai pelbagai khasiat.

Madu dan minyak zaitun, papar Ibnu Sina, boleh mengencangkan kulit muka dan seluruh kulit badan. Kedua-dua bahan semulajadi yang mendapat perhatian khusus dalam Al-Quran itu mampu menghilangkan flek-flek hitam dan kulat kulit. Selain itu, madu dan minyak zaitun juga boleh menghaluskan kulit dan mengurangkan rautan pada wajah.

Yang tak kalah menariknya, Ibnu Sina pun telah mencari fakta bahawa minyak zaitun dan madu mampu menghilangkan bau badan yang tak sedap, serta boleh memberikan vitamin pada kulit dan melembabkannya. Selain untuk kosmetik, madu juga boleh digunakan untuk beragam kegunaan lain. Mulai dari makanan, ubat-ubatan sehingga bahan untuk alat-alat kecantikan.

Sejatinya, manfaat madu telah dirasakan peradaban manusia sejak dahulu kala. Orang Mesir Kuno telah mengambilnya. Penduduk Mesir Kuno sudah terbiasa menggunakan madu sebagai makanan berkhasiat tinggi serta ubat pelbagai macam penyakit yang mujarab. Meskipun begitu, peradaban kuno belum mampu menjelaskannya secara ilmiah.

Adalah Ibnu Sina seorang doktor legenda sepanjang masa yang telah berjaya membuktikan kebenaran khasiat madu tersebut, dalam usia tua. Konon, Ibnu Sina masih tetap kelihatan sihat dan segar bugar layaknya seorang pemuda, kerana terbiasa mengambil madu.

Hasil kajian terkini yang dikeluarkan dari Universiti Moscow, menyatakan madu ternyata juga mengandungi logam aluminium, boron, krom, tembaga, timbal, titanium, zink, asid organik, asetilkolin, hormon, antibiotik, bahan antiracun serta zat anti-kanser.

Zat-zat ini sangat penting untuk melancarkan proses biokimia tubuh dan proses penyembuhan bermacam penyakit. Sementara kandungan enzim dalam madu dilaporkan paling tinggi jika dibandingkan dengan makanan lain.

Kajian ini juga menyebutkan madu diyakini dapat menyembuhkan ulser perut (gastrik), radang usus, serta kesulitan buang air besar (sembelit). Jadi sangat baik memang untuk mengambil madu dalam kehidupan seharian kita.

Dalam Al-Quran, madu pun menjadi simbol kenikmatan syurga balasan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. ''(Apakah) perumpamaan (penghuni) Jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lazat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?'' (Surah: MUHAMMAD: 15)...

13 Januari 2012

Fakta Kemukjizatan Lebah Dan Madu Dalam Al-Quran Bahagian 1

1 Komen
Assalamualaikum...


Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pasti tak ada yang sia-sia. Di antara ciptaan Sang Khalid yang istimewa adalah lebah. Serangga yang satu ini menduduki kedudukan penting berbanding serangga lain. Tak hairan jika lebah dijadikan salah satu nama surah dalam Al-Quran.

Surat ke-16 dalam Al-Quran adalah An-Nahl yang bererti lebah. Secara khusus, surat Makkiyah tersebut dinamakan An-Nahl atau lebah, kerana pada ayat ke-68 terdapat firman Allah SWT yang berbunyi,''Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang didirikan oleh manusia.''

Lebah memang istimewa. Ia merupakan makhluk Allah SWT yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Dalam penjelasan surah An-Nahl yang dinyatakan di dalam Al-Quran dan Terjemahannya disebutkan bahawa ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.

Apa persamaannya? Semak ayat berikut:''... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat ubat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mahu berfikir.''(QS An-Nahl: 69).

Madu berasal dari sari bunga dan menjadi ubat bagi bermacam-macam penyakit manusia. Sedangkan Al-Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kemukjizatan madu sebagaimana disampaikan Al-Quran telah terbukti secara ilmiah. Dalam Tafsir Al-Quran, Sayyid Quthb mendedahkan, madu sebagai ubat penyembuh penyakit sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para pakar perubatan. Inilah salah satu bukti kebenaran ayat Al-Quran yang harus diyakini umat manusia.

Sedangkan dalam Tafsir Al-Quran Ibnu Katsir diterangkan bahawa madu lebah itu warnanya bermacam-macam sesuai dengan makanannya. Ada yang berwarna putih, kuning, mahupun merah. Selain itu, menurut Ibnu Katsir, madu sesuai untuk setiap orang, misalnya, untuk mengubati sejuk, kerana madu itu panas.

Di dunia Islam, penggunaan madu sebagi ubat sudah dilaksanakan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu, madu digunakan untuk mengubati penyakit diare atau cirit birit. Lem atau gam lebah yang berasal dari madu juga sangat berkhasiat untuk mengubati berbagai macam penyakit.

Kajian khasiat madu secara ilmiah juga telah dikaji oleh saintis Muslim terkemuka di era keemasan Islam, yakni Ibnu Sina (890-1037). Bapa perubatan dunia dan pemikir Muslim agung pada abad ke-10 M itu tercatat sebagai doktor yang melihat mengenai khasiat madu dari segi kesihatan dan dunia perubatan.

Selama hidupnya Ibnu Sina banyak mengambil madu sehingga awet muda dan berumur panjang. Madu, menurut Ibnu Sina, boleh menyembuhkan pelbagai penyakit dari yang ringan hingga yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Madu juga boleh menurunkan suhu badan serta menetapkan rembesan, sehingga dapat menghilangkan penyakit demam.


Doa menanggalkan Pakaian Dari Tubuh Badan

0 Komen
Assalamualaikum...




Bermaksud :


Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain dari Dia.

Doa Ketika Memakai Pakaian

0 Komen
Assalamualaikum ...



9 Januari 2012

Doa Ketika Hendak Bermusafir

0 Komen
اَللّهُمَّ إِنَّانَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَاالْبِرَّوَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَاتُحِبُّ وَتَرْضَى، اَللّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا، وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ. اَللّهُمََّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِيْ السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُ فِيْ الأَهْلِ وَالْمَالِ. اَللّهُمَّ إِنَّانَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِالسَّفَرِوَكَآبَةِالْمُنْقَلَبِ وَسُوْءِالْمَنْظَرِفِيْ الأهْلِ وَالْمَالِ وَالْوَلَدِ



يرماكسود :

Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang Engkau sukai dan Engkau ridhoi. Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah! Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga dan harta (ku). Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, tempat kembali yang menyedihkan dan pemandangan yang jelek dalam keluarga, harta dan anak.

4 Januari 2012

Surat CINTA Buat HATI Yang LESU

0 Komen

Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta saudara-saudaraku yang Insya Allah tetap mencintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-Nya di atas segala-galanya...



Kerana hanya cinta itulah yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandang yang berbeza, lebih bermakna dan indah.



Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa saudara-saudaraku yang mulai lelah menapaki jalan-Nya, ketika seringkali mengeluh, merasa terbebani bahkan terpaksa untuk menjalankan amanah dakwah yang sangat mulia.



Padahal tiada kesakitan, kelelahan, serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan memberinya ganjaran dengan sebaik-baik ganjaran.



Surat ini ku tujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudaraku yang kerap kali terisi oleh cinta selain-Nya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan kerana-Nya.



Lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang lain, entah dimana keikhlasan.

Maka saat ini kurasakan kekecewaan dan kelelahan kerana kulakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia hanya akan melihat kesungguhan dalam berproses dan dalam berusaha.



Surat ini kutujukan untuk roh-ku dan roh saudara-saudaraku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang membiarkannya untuk dinikmati.

Lalu dimanakah kejujuran diletakkan ? 

dan kini terabaikan sudah secara nurani yang bersih, saat ibadah hanya rutin semata, saat fizikal dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan yang tepu.



Cubalah sejenak luangkan waktu untuk melihat hatimu menangis, tertawa, atau merana.



Surat ini kutujukan untuk diriku dan saudara-saudaraku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri, sungguh tiada satupun yang membuat kita lelah di hadapan-Nya, selain ketaqwaan.

Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati namun kita masih leka dengan kefanahan.



Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudaraku yang mulai mati, saat tiada getar penyesalan ketika kebaikan terlewat begitu saja, saat tiada rasa berdosa ketika menzalimi diri dan saudaranya.



Akhirnya, surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya meskipun sedikit, cubalah kau jaga agar cahaya itu tidak padam.


Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekelilingnya, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya.


Hanya dengan kekuatan dari-Nya. Ya Allah saksikanlah, sesungguhnya aku telah menyampaikan.



Wallahu ’alam bish-shawab.



Semoga tetap istiqamah di jalan-Nya. Sungguh, syurga takkan pernah pantas ditukar dengan lalai dan kemalasan.



Dari Saudaramu yang mencintaimu karena Allah ...

3 Januari 2012

Doa Sebelum Tidur

0 Komen
DOA 1

الحَمْد لِلّهِ الّذِي أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْر
Maksudnya : Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami selepas mematikan kami dan kepadaNya kami akan kembali.

DOA 2

اَلحَمْد لِلّهِ الّذِي عَافَانِيْ فِي جَسَدِي وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِي وأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ
Maksudnya : Segala puji bagi Allah yang memberikan nikmat kesihatan pada tubuhku dan mengembalikan kepadaku rohku dan mengizinkan aku untuk mengingatiNya

DOA 3 (Ketika Berbaring)
اللَّهُمَّ رَبِّي بِكَ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَاغْفِرْ لَهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Maksudnya : Ya Allah Engkau Tuhanku, denganMu aku rebahkan sisiku, dan denganMu aku mengangkatnya, sekiranya Engkau memegang diriku maka ampunilah ia, sekiranya Engkau lepaskan ia maka peliharalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba Engkau yang Soleh

DOA 4 


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Maksudnya : Ya Allah aku hadapkan mukaku ini kepada Engkau dan aku serahkan urusanku kepada Engkau dan aku sandarkan belakangku ini kepada Engkau dengan keinginan dan kegerunanku kepada Engkau, tiada pergantunganku dan tempat bergantung kecuali kepada Engkau, aku beriman dengan kitab Engkau yang Engkau turunkan, dan Nabi Engkau yang Engkau utuskan

DOA 5

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ اللَّهُمَّ أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنْ الْفَقْرِ
Maksudnya : Ya Allah ! Tuhan langit dan bumi, Tuhan arasy yang agung, Tuhan kami, dan Tuhan setiap sesuatu, Yang membelah (Menumbuhkan) butir (tumbuh-tumbuhan) dan biji (buah-buahan) Yang menurunkan Taurat, dan Furqan (Al-Quran) , aku berlindung denganMu daripada kejahatan setiap sesuatu, Engkau Yang Berkuasa ke atasnya, Ya Allah ! Engkau Yang Pertama tiada sebelum Engkau sesuatu, dan Engkau Yang Terakhir tiada selepas Engkau sesuatu Engkaulah Yang Zahir tiada di atas Engkau sesuatu, dan Engkau Yang Batin tiada sesuatu melainkan Engkau, Langsaikanlah hutang dari kami dan berikan kami kekayaan agar bebas dari kefakiran.

DOA 6


اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ أَشْهَد أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Maksudnya : Ya Allah ! Engkau mengetahui yang ghaib dan nyata, Pencipta langit dan bumi, Tuhan setiap sesuatu dan memilikinya, aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Engkau, aku berlindung denganMu daripada kejahatan diriku dan kejahatan syaitan dan sekutunya dan daripada usaha diriku untuk melakukan kejahatan atau lindungilah ia ke tempat yang selamat

Doa Keluar Dari Rumah

0 Komen
DOA 1

اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيّ

Maksudnya : Ya Allah, aku berlindung kepadaMu daripada sesat atau disesatkan , tergelincir atau digelincirkan, menjadi zalim atau dizalimi, menjadi jahil atau dijahilkan dariku.

DOA 2

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله

Maksudnya : Dengan nama Allah aku bergantung kepada Allah, dan tiada daya dan upaya kami kecuali dengan keizinanMu ya Allah. 



Hudzaifah Ibnul Yaman, Pemegang Rahasia Rasulullah

0 Komen




Hudzaifah Ibnul Yaman lahir di rumah tangga Muslim, dipelihara dan dibesarkan dalam pangkuan kedua orang tuanya yang telah memeluk agama Allah, sebagai rombongan pertama.

Oleh sebab itu, Hudzaifah telah Islam sebelum dia bertemu muka dengan Rasulullah. Setelah Rasulullah berhijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu mendampingi beliau bagaikan seorang kekasih. Hudzaifah turut bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali dalam Perang Badar.

Dalam Perang Uhud, Hudzaifah ikut memerangi kaum kafir bersama-sama dengan ayahnya, Al-Yaman. Dalam perang itu, Hudzaifah mendapat cubaan besar. Dia pulang dengan selamat, tetapi bapanya syahid oleh pedang kaum Muslimin sendiri, bukan kaum musyrikin. Kaum Muslimin tidak mengetahui jika Al-Yaman adalah sebahagian daripada mereka, sehingga mereka membunuhnya dalam perang.

Rasulullah menilai dalam peribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sukar. Kedua, cepat tanggap, berfikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahsia, dan berdisiplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya.

Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum Muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat. Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah memercayakan suatu yang sangat rahsia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman-dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya.Itulah suatu rahsia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun sehingga sekarang.

Dengan memercayakan hal yang sangat rahsia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memantau setiap gerak-geri dan kegiatan mereka, untuk mengelakkan bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin. Kerana inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan "Shahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahsia Rasulullah).

Pada kemuncak Perang Khandaq, Rasulullah memerintahkan Huzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya. Beliau mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat.

"Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti. Dan laporkan kepadaku akan!" perintah beliau.

Huzaifah pun bangun dan berangkat dengan takutan dan menahan sejuk yang sangat menusuk. Maka, Rasulullah berdoa, "Ya Allah, lindungilah dia, dari depan, dari belakang, ke kanan, kiri, atas, dan dari bawah."

"Demi Allah, sesudah Rasulullah selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa," tutur Huzaifah.

Tatkala ia memalingkan diri dari Rasulullah, beliau memanggilnya dan berkata, "Wahai Hudzaifah, sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!"

"Saya siap, ya Rasulullah," jawab Huzaifah.

Huzaifah pun pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam. Ia berjaya menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah ahli pasukan mereka. Belum lama berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi arahan.

"Hai, pasukan Quraisy, dengarkan aku berbicara kepada kamu. Aku sangat bimbang, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Kerana itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!"

Mendengar ucapan Abu Sufyan, Huzaifah akan memegang tangan orang yang di sampingnya seraya bertanya, "Siapa kamu?"

Jawabnya, "Aku si Fulan, anak si anu."

Sesudah dirasanya dalam, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, "Hai, pasukan Quraisy. Demi Tuhan, sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi. Haiwan-haiwan kenderaan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah khianat meninggalkan kita. Angin taufan menyerang kita dengan ganas seperti kamu rasakan. Kerana itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat. "

Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat. Seandainya Rasulullah tidak melarangnya melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, tentu ia akan membunuh Abu Sufyan dengan pedangnya.

Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahsia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekali pun.Bahkan Khalifah Umar bin Khathtab, jika ada orang Islam yang meninggal, dia bertanya, "Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu?" Jika mereka menjawab, "Ada," Umar turut menyalatkannya.

Suatu ketika, Khalifah Umar pernah bertanya kepada Huzaifah dengan cerdik, "Adakah di antara pegawai-pegawaiku orang munafik?"

"Ada seorang," jawab Huzaifah.

"Tolong tunjukkan kepadaku siapa?" kata Umar.

Hudzaifah menjawab, "Maaf Khalifah, saya dilarang Rasulullah mengatakannya."

Walau bagaimanapun, amat sedikit orang yang mengetahui bahawa Huzaifah Ibnul Yaman sesungguhnya adalah pahlawan penakluk Nahawand, Dainawar, Hamadzan, dan Rai. Dia membebaskan bandar-bandar tersebut bagi kaum Muslimin dari genggaman kekuasaan Parsi. Huzaifah juga termasuk tokoh yang memulakan keseragaman mushaf Al-Quran, sesudah kitabullah itu beraneka ragam coraknya di tangan kaum Muslimin.

Ketika Hudzaifah sakit tenat menjelang ajalnya tiba, beberapa orang sahabat datang mengunjunginya pada tengah malam. Huzaifah bertanya kepada mereka, "Pukul berapa sekarang?"

Mereka menjawab, "Sudah dekat Subuh."

Hudzaifah berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari Subuh yang menyebabkan aku masuk neraka."

Dia bertanya kembali, "Adakah kamu membawa kafan?"

Mereka menjawab, "Ada."

Hudzaifah berkata, "Tidak perlu kafan yang mahal. Jika diriku baik dalam penilaian Allah, Dia akan menggantikannya untukku dengan kafan yang lebih baik. Dan jika aku tidak baik dalam pandangan Allah, Dia akan menanggalkan kafan itu dari tubuhku."

Sesudah itu dia berdoa kepada Allah, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu, aku lebih suka fakir daripada kaya, aku lebih suka sederhana daripada mewah, aku lebih suka mati daripada hidup."

Sesudah berdoa demikian, ruhnya pun pergi menghadap Ilahi. Seorang kekasih Allah kembali kepada Allah dalam kerinduan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya.